Sunday, September 11, 2011

Kisah hati

Terasa ketidakadilannya. Tapi siapa yg kata, hidup ini perjuangan yang adil? Kita hnya mampu berusaha menjadi yg lebih baik dari hari semalam. Walaupun hanya 1%... 
Saya melewati hari dengan andaian yg hidup mesti diteruskan, nyawa yg dipinjamkan...gunakan sebaiknya. Lalu...walau saat airmata deras merembes ke pipi, saya mengingatkan diri... Saya seorang yg tabah. Saya kuat semangat. Saya mampu mengharung segala dugaan ini.
Mental rehearsal membantu. Bila nk buat dialisis, bila nurse kta...cucuk ya, dlm hati saya akan berkata... Pasti sakit, sedia, tarik nafas...subhanallah. Astaghfirullah. La hau la wala quata ila billa, hil alimul azim.... Jarum masuk dan saya menarik nafas lega. Kemudian bersedia untuk jarum yg kedua. Sekali lagi...tarik nafas...rutin 2 x seminggu yg ada masanya sungguh menyeksakan! 
Saya x suka needles, x suka terpaksa mkn ubat yg banyak... Tapi sebagai trainer, saya selalu mengingatkan yg...kita tak akan dapat semua yg kita nak.. Bila kita rasa x mampu, sebenarnya kita mampu. Yes, u can do it, if u believe! Saya pun belajar... Bahawa mempengaruhi itu lebih mudah dari mematuhi. Memberi nasihat itu sangat mudah dilakukan dan sebaliknya, mengamalkan apa yg kita nasihatkan adalah sangat sukar. Memujuk orang mungkin payah namun memujuk hati sendiri...lebih banyak kekuatan jiwa yg dilalui. 
Lumrah manusia memang begitu hendaknya. Melihat masalah orang, kita rasa mudah saja cara menyelesaikannya. Mengalami masalah itu sendiri...barulah tahu tinggi rendahnya jarak antara langit dan bumi.

1 comments:

nusrah said...
This comment has been removed by the author.